Rabu, 12 Oktober 2011

EDUCATION AND ISLAM


A.   READING
EDUCATION AND ISLAM
Islam is the religion of peace, and it is one of the most sacred and trustworthy religions, which has given us guidance in every aspect of life. Islam has given us education with knowledge which has no limits. The Holy Quran is the most sacred book of Allah revealed on Prophet Muhammad (SAW), for the upliftment guidance and enriched messages to the humanity.
Education is the knowledge of putting one's potentials to maximum use. Without education, no one can find the proper right path in this world.
This importance of education is basically for two reasons. Education makes man a right thinker. Without education, no one can think properly in an appropriate context you. It tells man how to think and how to make decision. The second reason for the importance of education is that only through the attainment of education, man is enabled to receive information from the external world. It is well said that
"Without education, man is as though in a closed room and with education he finds himself in a room with all its windows open towards outside world."
This is why Islam attaches such great importance to knowledge and education. When the Quran began to be revealed, the first word of its first verse was 'Iqra' that is, read..
The reflective book of Holy Quran is so rich in content and meaning that if the history of human thought continues forever, this book is not likely to be read to its end. Every day it conveys a new message to the humanity. Every morning, it gives us new thoughtful ideas and bound us in the boundaries of ethics.
Islamic Education is one of the best systems of education, which makes an ethical groomed person with all the qualities, which he/she should have as a human being. The Western world has created the wrong image of Islam in the world. They don't know that our teachings are directly given to us from Allah, who is the creator of this world, through our Prophets.
The Muslims all over the world are thirsty of acquiring quality education. They know their boundaries and never try to cross it. It is the West, which has created a hype that the Muslim are not in a path of getting proper education. They think that our education teaches us fighting, about weapons, etc., which is so false. This is true that there are certain elements, which force an individual to be on the wrong path, because as we will mould a child, they will be like that, but it doesn't mean that our religion teaches improperly to us.
Our Holy Prophet (SAW), said,
Seek knowledge from the cradle to the grave.
And:
Seek knowledge even [if it is to be found in a place as distant as China. At the battle of Badr, in which our beloved Holy Prophet (SAW) gained victory over his foes, seventy people of the enemy rank were taken to prison. These prisoners were literate people. In order to benefit from their education the Prophet declared that if one prisoner teaches ten Muslim children how to read and write, this will serve as his ransom and he will be set free. This was the first school in the history of Islam established by the Prophet himself with all its teachers being non-Muslims. The Sunnah of the Prophet shows that education is to be received whatever the risk involved.
Today, the Muslims are acquiring good ideas, thoughts, knowledge, and skills, from all corners of the world. The world is moving very fast, and in this industrialize world, It is the duty of the teachers to give quality ethical integrated education to the Muslim students worldwide, because children are invaluable assets of future generations.
The Prophet Muhammad (SAW) encouraged all Muslims to acquire knowledge and share it. He said:
"Acquire knowledge, for he who acquires it in the way of Allah performs an act of piety; he who speaks of it, praises the Lord; he who seeks it, adores Allah; he who dispenses instruction in it, bestows alms; and he who imparts it to others, performs an act of devotion to Allah." (Bukhari, Muslim)
All the teachers of either secular or religious education should give more attention to the pupils inside the classroom. It is necessary that in the Islamic system that we should consider these dear children as our own children, and put aside all other considerations, and rise above all such things and realize our duty and our mission. We should raise the standards of education and attend to the needs of these children. We should realize our duties with earnestness and awaken to the sense of responsibility. It has been seen that there are certain teacher who are not fulfilling their duties with keen interest. I would like to request all the teachers that for the sake of God, for the sake of your revolutionary duty, teach the children with devotion and dedication.
It is important that we advance our work through discussions, debates, studies, and through proper distribution of work among ourselves.
We must never forget that we are living in an Islamic State, and our aim should be simultaneously to create both an independent as well as an Islamic culture in character. Independence and richness of content are indeed among the characteristics of the Islamic culture. Our system is an ideological system.
We should make our child enthusiastic, dynamic, and this search should pervade every corner of our society. We should aspire them to be truthful and sincere.
Self-sacrifice and generosity, love of freedom, the resolve for resistance and headstrong perseverance, the courage to welcome martyrdom-all these are the new values of the new generation, which should be taught according to the teaching of Islam.
The doors of the school should always be kept open for the sake of Islam, for the sake of the Muslim Ummah[1].








B.        VOCABULARIES


Sacred :
:
Suci

Encouraged
:

Trustworthy
:
terpercaya

Adores
:

Upliftment
:


Dispenses
:

Properly
:


Bestows alms
:
Taruhan
Attainment
:
pencapaian

Devotion
:

Attaches
:
penyerbuan

Attend
:
menghadiri
Thoughtfull
:
Fikiran

Earnestness
:

Boundaries
:


Awaken
:

Groomed
:


Certain
:
pasti
Acquiring
:


Fullfilling
:

Fighting
:
Perkelahian

Devotion
:
kesetiaan
Weapon
:
Senjata

Advance
:
kemajuan
Mould
:
cetakan

Simultaneously
:

Improperly
:


Pervade
:
Menyerap
Seek :
:
Carilah

Aspire
:
Bercita-cita
Gained
:
keuntungan

Generosity
:
Kedermawanan
Ransom
:
tebusan

Perseverance
:

Risk involved
:


Courage
:
Keberanian
Industrialize
:
industrialisasi

Prominent
:
Terkemuka
Invaluable
:
Tidak terhingga nilainya

Dozens
:
Lusin


  1. C.TRANSLATION

Islam adalah agama damai, dan merupakan salah satu agama yang  suci dan 
terpercaya, yang telah memberi kita bimbingan dalam setiap aspek kehidupan. Islam mengajarkan bahwa pengetahuan itu tanpa batas . Al-Qur'an adalah kitab  suci yang diturunkan Allah pada Nabi Muhammad (SAW), sebagai pedoman hidup yang kaya akan pesan-pesan kemanusiaan.

Pendidikan
menjadikan potensi yang dimiliki seseorang berkembang maksimal. Tanpa pendidikan seseorang tidak mampu menentukan arah yang tepat bagi kehidupannya.

pada dasarnya pendidikan dianggap penting karena dua hal yaitu.: Pendidikan mampu membuat seseorang berfikir tepat. Tanpa pendidikan, seseorang tidak bisa  berpikir tepat dalam suatu konteks keadaan. Pendidikan memberikan pengertian kepada   manusia bagaimana berpikir dan bagaimana membuat keputusan yang tepat. Alasan kedua mengapa pendidikan itu penting adalah bahwa dengan pendidikan, manusia dapat menerima informasi dari luar. Dengan kata lain  bahwa
"Tanpa pendidikan, manusia
bagaikan dalam ruang tertutup dan dengan pendidikan seolah dia berada pada sebuah ruangan dengan jendela–jendela yang terbuka ."

Ini
lah alasan mengapa islam  sangat mengedepankan pengetahuan dan pendidikan.ini terbukti wahyu yang pertama turun adalah Iqra' yang berarti membaca ..

 Al Quran
adalah kitab suci yang reflektiv pada peristiwa-peristiwa yang terjadi, dan kaya baik dalam isi maupun makna. sejarah pemikiran manusia berjalan secara terus menerus, dan sepanjang itulah Al-qur’an tidak akan habis untuk di bahas. Setiap saat Al-qur’an menyampaikan pesan-pesan kemanusiaan dan  memberikan ide-ide pemikiran baru  terkait masalah moralitas.

Pendidikan Islam adalah s
uatu sistem pendidikan yang baik,yang mampu mempersiapkan seseorang agar mempunyai moralitas yang arif dan berkualitas secara manusiawi (ahsanit taqwiim). Dunia Barat telah menciptakan citra yang salah tentang Islam pada dunia. Mereka tidak memahami bahwa wahyu itu diturunkan oleh Allah kepada nabi Muhammad secara langsung sebagai pedoman hidup.                                                                Kaum Muslim di seluruh dunia haus memperoleh pendidikan yang berkualitas orang barat menginginkan muslim untuk tidak berpendidikan tinggi.ada satu pemikiran barat yang keliru tentang islam, Mereka berpikir bahwa pendidikan islam mengajarkan kekerasan fisisk, mengangkat senjata, dll, pada kasus-kasus tertentu memang persepsi yang kurang tepat itu terjadi, tapi itu tidak berarti bahwa agama kita mengajarkan sesuatu yang buruk kepada kami.
 Nabi besar (SAW), bersabda :carilah ilmu dari buaian hingga liang kubur.
Dan:
Carilah pengetahuan bahkan jika dapat ditemukan di tempat yang jauh  sekalipun seperti Cina. Pada peristiwa perang Badar,   Nabi  muhammad (SAW) memperoleh kemenangan atas musuh-musuhnya, tujuh puluh orang  tawanan perang dibawa ke penjara. Para tawanan perang itu adalah orang-orang yang pandai baca tulis. Dalam rangka memperoleh manfaat dari pendidikan mereka Nabi menyatakan bahwa jika salah satu tahanan mengajarkan sepuluh anak-anak Muslim bagaimana membaca dan menulis, ini akan  menjadi tebusan bagi dia dan dia akan bebas. Ini adalah sekolah pertama dalam sejarah Islam yang didirikan oleh Nabi sendiri dengan semua guru yang yang non-Muslim. Sunnah Nabi menunjukkan bahwa pendidikan harus terselenggara dengan berbagai cara dan teknisnya.

saat ini, umat Islam memperoleh ide yang baik, pikiran, pengetahuan, dan keterampilan, dari seluruh penjuru dunia. Dunia ini bergerak sangat cepat, dan dalam dunia industrialisasi, Ini adalah tugas dari guru untuk memberikan pendidikan berkualitas yang yang berbasis karakter untuk para siswa Muslim di seluruh dunia, karena anak adalah aset yang tak ternilai dari generasi mendatang.
Nabi Muhammad (SAW) mendorong semua Muslim untuk memperoleh pengetahuan dan berbagi dengan sesamanya. belaiu bersabda:

"Tuntutlah ilmu, karena dengan ilmu seseorang mampu melakukan kesalehan dan dengan ilmu pula seseorang dapat mengagungkan tuhan menjalankan perintah-perintah tuhan dan dengan ilmu pula seseorang bisa mengajarkan tentang pengabdian yang sesungguhnya kepada Allah. " (Bukhari, Muslim)

Semua guru baik pendidikan sekuler atau agama harus memberikan perhatian lebih kepada siswa di dalam kelas. Hal ini diperlukan dalam system pendidikan Islam, kita harus menempatkan peserta didik sebagai anak kita sendiri, dan mengesampingkan semua pertimbangan yang lain, dan yang lebih penting dari semua itu adalah kita menyadari tugas kita dan misi kami. Kita harus meningkatkan standar pendidikan dan menyesuaikan dengan kebutuhan peserta didik. Kita harus menyadari tugas kita dengan kesungguhan dan rasa tanggung jawab. ada guru tertentu yang tidak memenuhi tugas mereka dengan tanggung jawab. Saya berharap guru melakukan tugasnya karena Allah, demi tugas revolusioner anda, mengajari peserta didik dengan pengabdian dan dedikasi.

satu hal yang penting dalam memajukan pendidikan adalah melalui diskusi, debat, studi, dan melalui pembagian tugas yang tepat di antara kita sendiri.
kita tidak boleh lupa bahwa kita hidup di sebuah Negara Islam, dan kita harus bisa menyeimbangkan antara budaya islam dan moralitas.khazanah keislaman kaya akan budaya dan moralitas. Sistem kami adalah sistem ideologis.

Kita harus membuat
peserta didik kita antusias, dinamis, dan ghiroh menuntut ilmu harus ada pada setiap sudut masyarakat kita. Kita harus menanamkan kepada mereka untuk jujur ​​, ikhlas.

istar(mementingkan kepentingan orang lain daripada diri sendiri) dan kemurahan hati, cinta kebebasan, bekerja keras dan berjihad dengan pengertian jihad yang tepat-semua ini adalah nilai-nilai islam yang inovatif, sesuai dengan ajaran Islam.
Pintu-pintu sekolah harus selalu tetap terbuka demi Islam, demi umat Muslim.


D. Question and Answer


1.      What is the meaning of education ?
Education is the knowledge of putting one’s potentials to maximum use, without education  no one can find the proper right path in this world.

2.      What is the Holy Qur’an ?
The Holy Qur’an is the most sacred book of  Allah revealed on Prophet Muhammad  saw for the upliftment guidance and enriched messages to the humanity.

3.      What the reason if education is important ?
There are two reasons that the education is important. first, education makes man a right thinker. The second reason for the importance of education is that only through the attainment of education, man is enabled to receive information from the external world.

4.      Who is created the wrong image of islam in the world ?
The western world

5.      What is the purpose of the education for human ?
With education human can find himself in a room with all its window open towards outside

6.      Why is the islamic education is the best system of education ?
Because it makes an ethical groomed person with all the qualities

7.      Mention the our holy prophet said about education ?
Seek knowledge from the cradle to the grave

8.      What the prisoner did if he will be set free ?
The prisoner thought ten muslim children how to read and write

9.      Why we should raise the student of education ?
Because children are invaluable assets of future generation

10.  Why all the teachers should give more attention to the pupil inside the class ?
Because in the islamic system that we should consider these dear children as our own children , and put aside all other considerations, and rise above all such thing and realize our duty and our mission



E. GRAMMAR



Auxiliary verbs

Auxiliary verbs (kata kerja bantu) di gunakan bersama dengan kata kerja (verbs) yang lain untuk membantu kata tersebut dalam mengungkapkan makna atau fungsi gramatikal (tata bahasa) yang khusus[2] (misalnya: untuk membuat pertanyaan atau membentuk tenses ),dalam bahasa inggris banyak makna penting yang diungkapkan dengan mengubah kata kerja (verb)nya, misalnya : pertanyaan (questioning),makna negatif (negation), waktu (time), penyelesaian (completion), kesinambungan (continuation), pengulangan (repetition), kemauan (willingness), kemungkinan (possibility), kewajiban (obligation). Namun dalam kenyataannya, bentuk kta kerja (verbs) bahasa inggris tidak memiliki banyak perbedaan. Paling banyak satu kata kerja memiliki lima bentuk (misalnya: bite, bites, bit, bitten, bitting). Kadang-kadang untuk mengungkapkan makna-makna tersebut digunakanlah sejumlah auxiliary verbs. Perhatikan dua bentuk auxiliary verbs di bawah ini.
1.      Do,be, dan have
Tiga auxiliary verbs ini mempunyai fungsi gramatikan yang sangat penting dalam kalimat.
Ø Do/does digunakan untuk membuat kalimat tanya dan kalimat negatif berbentuk simple present tense dan beberapa tujuan yang lain.do dan does mempunyai pasangan-pasangan dengan pokok kalimat.
Untuk pokok kalimat :
I        pasangannya    do
You  pasangannya    do
He    pasangannya    does
She   pasangannya    does
It       pasangannya    does
We    pasangannya   do
They pasangannya    do[3]
                 contohnya:
- do you speak english ? (kalimat tanya)
- he does not speak english. (kaliimat negatif)
Ø Be (am, is, are, was, were) digunakan dengan participle   (bentuk –ing dan  -ed ) untuk mmbuat kalimat berbentuk progressive (continuous) tense dan kalimat pasif, contohnya:
-   She is reading a novel. (present continuous)
-   That film was directed by Garin Nugroho.(kalimat pasif)
Ø Have/has digunakan untuk membuat kalimat berbentuk perfect tense, contohnya:
-   She has written two letters. (perfect tense)

Do, be, dan have juga mempunyai bentuk lain selain auxiliary verbs, yaitu full verbs atau kata kerja penuh (verbs). Bandingkan dengan contoh berikut.
-   She does not do her house work on Mondays. (kata does adalah auxiliary verb dan tidak memiliki arti, sedangkan kata do adalah full verb berarti “mengerjakan”)
-   John is reading a magazine. (kata is adalah auxiliary verb dan tidak memiliki arti)
-   John is a lecturer.(kata is adalah full verb dan memiliki arti “adalah”)
-   She has had this book for about three years. (kata has adalah auxiliary verb yang menunjukkan bahwa suatu tindakan/perbuatan sudah dilakukan, sedangkan kata had adalah full verb yang berarti “mempunyai”)

2.      Modal auxiliaries
Selain ketiga auxiliary verbs di atas, masih ada beberapa auxiliary verbs lain yang disebut modal auxiliaries. Yang termasuk dalam modal auxiliaries adalah can, could, may, might, must, will, would, shall, should, ought to, dare, dan need. Ada dua hal yang membedakan modal auxiliaries tersebut dengan ketiga auxiliary verbs sebelumnya (do, be, have).
a.      Modal auxiliaries memiliki ciri-ciri khusus, seperti tidak memiliki invinitive atau tidak memiliki bentuk seperti V1,V2, atau V3 dan bila dipakai dalam kalimat dengan subjek orang ketiga tunggal modal auxiliaries tidak ditambah –s/es. Misalnya: she can, tidak berubah menjadi she cans.
b.      Selain memiliki fungsi gramatikal, modal auxiliaries juga memiliki arti dalam kamus (dictionary meaning). Misalnya, kita dapat menemukan kata must yang berarti “harus” di dalam kamus. Sementara do, be, have tidak memiliki arti seperti itu bila dipakai sebagai auxiliary verbs. Demikian pula ketika kita menggunakan will dan would dalam kalimat future tense dan kalimat pengandaian. Umumnya , auxiliary verbs dipakai untuk membuat kalimat tanya dan kalimat negatif tanpa memakai kata do. Jadi, dalam membuat kalimat kita perlu memerhatikan pemakaian auxiliary verbs.Kapan diperlukan auxiliary verbs dan kapan tidak diperlukan auxiliary verbs dalam kalimat.[4] 

EDUCATION AND ISLAM

MAKALAH
Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Bahasa Inggris
Dosen pengampu : Dr. H. Ahmad Asmuni, MA





















Oleh :
FAIJAH (14116310010)
UMI HANI (14116310023)

PROGRAM PASCASARJANA
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI
SYEKH NURJATI
CIREBON
2011



















[2] S. Wardhana,dony, cara cerdas menguasai tenses, (jakarta: kawan pustaka,2008) h.6
[3] Herpinus simanjuntak, bahasa inggris sistem 52 M, (jakarta: kesaint blanc,2008) h.46
[4] S. Wardhana,dony, cara cerdas menguasai tenses, (jakarta: kawan pustaka,2008) h.7

Tidak ada komentar:

Posting Komentar