Rabu, 12 Oktober 2011

Arti Muhammad Bagi Dunia


bab I1 mukodimah

 Nama Muhammad di kalangan muslim   sudah sangat familiar sekali, dengan menyebut namanya timbullah suatu kesan yang begitu mendalam tentang kepribadiannya yang luhur. Sebagaimana manusia, beliau berpenampilan dan mempunyai perawakan yang sangat sempurna, tingginya sedang-sedang saja tidak gemuk tidak pula kurus. Bahunya lebar, dadanya bidang, ototnya kekar dan kepalanya sedikit besar. Tangannya laksana sutra, bagai kelembutan tangan wanita. Langkahnya cepat dan luwes, seperti seorang yang turun dari ketinggian. Bahasanya indah terdengar. Kalimat-kalimatnya yang penting sering kali di ulangi hingga 3 kali agar dapat di pahami dan dicerna dengan baik oleh pendengarnya. Hidupnya sangat sederhana, beliau hidup di pondok kecil beratap jerami. Beliau sendiri yang menyalakan api, memerah susu, dan menjahit pakainnya yang robek [1]. Beliau juga dikenal mempunyai kasih sayang yang tinggi baik terhadap sesama manusia, binatang mahupun benda-benda mati.

Membicarakan kepribadian beliau seakan tak ada kata yang bisa menampung kecuali firman Allah dalam surat Al Qolam (68 : 4)


“Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung”

Begitu juga dikalangan non muslim nama Muhammad begitu mendunia Tokoh dunia dari jazirah arabia yang telah banyak memberikan revolusi peradaban dari masa jahiliyyah sampai pada satu peradaban yang baldatun thoyyibatun warobbun ghofur.Masa dimana beliau membimbing sahabat-sahabatnya adalah suatu masa keemasan yang Al-Qur”an menyebutnya sebagai Khoiri ummatin.Suatu proses yang sangat singkat selama tiga dasawarsa beliau telah mampu meletakkan dasar-dasar kemanusiaan ,yang jika tanpa anugerah dari Allah itu tak mungkin bisa dilakukan.  Lantas apakah arti muhammad bagi dunia dan apa sajakah  kontribusi-kontribusi yang dipersembahkan oleh Muhammad pada masa hidupnya?


BAB II. ISI

II.1. BIOGRAFI MUHAMMAD

Nabi Muhammad saw berasal dari kabilah Quraisy, tepatnya keturunan Hasyim. Ayah beliau adalah Abdullah bin Abdul Muthalib, cucu Hasyim. Ibunda beliau adalah Aminah binti Wahb yang berasal dari keturunan Bani Zuhrah, salah satu kabilah Quraisy.

Setelah menikah, Abdullah melakukan pepergian ke Syam. Ketika pulang dari pepergian itu, ia wafat di Madinah dan dikuburkan di kota itu juga.

Setelah beberapa bulan dari wafatnya sang ayah berlalu, Nabi pamungkas para nabi lahir di bulan Rabi’ul Awal, tahun 571 Masehi di Makkah, dan dengan kelahirannya itu, dunia menjadi terang-benderang. Sesuai dengan kebiasaan para bangsawan Makkah, ibundanya menyerahkan Muhammad kecil kepada Halimah Sa’diyah dari kabilah Bani Sa’d untuk disusui. Beliau tinggal di rumah Halimah selama empat tahun. Setelah itu, sang ibu mengambilnya kembali.

Dengan tujuan untuk berkunjung ke kerabat ayahnya di Madinah, sang ibunda membawanya pergi ke Madinah. Dalam perjalanan pulang ke Makkah, ibundanya wafat dan dikebumikan di Abwa`, sebuah daerah yang terletak antara Makkah dan Madinah. Setelah ibunda beliau wafat, secara bergantian, kakek dan paman beliau, Abdul Muthalib dan Abu Thalib memelihara beliau. Pada usia dua puluh lima tahun, beliau menikah dengan Khadijah yang waktu itu sudah berusia empat puluh tahun. Beliau menjalani hidup bersamanya selama dua puluh lima tahun hingga ia wafat pada usia enam puluh lima tahun [2].





Al Imam Al Subki, dalam kitabnya, Ta’zhim Al Minnah, mengutip hadits yang diriwayatkan oleh Al Tirmidzi dan yang dinilainya sahih bahwa Nabi Muhammad Saw pernah bersabda, “Kuntu Nabiyyan wa Adam baina ar-ruh wa al-jasad” (Aku telah menjadi nabi saat Adam masih dalam proses antara ruh dan jasad).

Al Subki sendiri mengaku bahwa sulit memahami makna hadits ini. Sebab, ia menyangkut satu persoalan metafisika yang tidak mungkin dapat dijangkau oleh nalar. Akan tetapi, yang jelas, bahwa rencana Tuhan menyangkut pribadi agung itu sudah ada sejak semula. Salat satu rencana tersebut adalah menjadikan beliau sebagai uswah hasanah (teladan yang baik). Sementara pakar melihat sekian banyak bukti tentang rencana Allah itu dalam perjalanan hidup Nabi sejak lahirnya.

Seumlah ahli pendidikan, misalnya, berpendapat bahwa pada umumnya kepribadian seseorang dibentuk oleh ibu, bapak, sekolah, dan lingkungannya. Rupanya Allah memeprsiapkan manusia agung ini untuk dididik sendiri sehingga beliau terbebaskan dari semua faktor itu. Beliau terhindar dari acuan ayah yang wafat sebelum beliau lahir. Dari acuan ibu pun demikian. Bukankah beliau dibesarkan di pedesaan jauh dari sang ibu? Benar, bahwa beliau kembali kepada ibunya ketika berusia sekitar lima tahun, tetapi hanya untuk beberapa bulan saja. Sebab, beberapa saat kemudian ibunya wafat, setelah sempat membawa putra satu-satunya ini menziarahi makam ayahandanya. Bukankah ini merupakan rencana Tuhan untuk menjauhkan sang anak dari acuan pendidikan bapak dan ibu, yang merupakan dua faktor utama dalam pembentukan pribadi seseorang?

Di sisi lain beliau tidak mengenal baca-tulis, dan tidak pula pernah duduk di bangku sekolah. Yang inipun bertujuan agar sekolah dan bacaan apa pun tidak menyentuh dan mempengaruhinya. Terakhir, beliau bermukim dan diurus dari suatu tempat yang relatif jauh dari peradaban, agar beliau terhindar dari segala macam polusi yang dapat memperngaruhi perkembangan dan pertumbuhannya.

Demikan terbukti keterbebasan Muhammad Saw dari segala macam acuan yang dapat membentuk kepribadiannya. Itu semua dimaksudkan agar pribadi ini mendapat didikan langsung dari Allah swt sesuai sabdanya, “Addabani Rabbi, fa ahsana ta’dibi” (Tuhanku mendidikku, maka sungguh baik hasil pendidikanku)

II.2. RAHMATAN LIL ‘ALAMIN
Untitled.pngAllah mengutus nabi Muhammad sebagia rasul tidak hanya untuk kalangan arab saja, muslim saja akan tetapi sudah didesign oleh Allah bahwa risalah yang di bawa oleh Muhammad adalah suatu risalah yang tetap relevan sepanjang zaman dan berlaku untuk seluruh umat manusia dimanapun dan kapanpun. Seperti termaktub dalam surat Al Anbiya (21 : 107)


“Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam”.

Redaksi ayat diatas sangat singkat, tetapi ia mengandung makna yang sangat luas. Hanya dengan lima kata yang terdiri dari dua puluh lima huruf termasuk huruf penghubung yang terletak pada awalnya. Ayat ini menyebut 4 hal pokok:

1.      Rasul / Utusan Allah, dalam hal ini nabi Muhammad Saw
2.      Yang mengutus beliau dalam hal ini Allah
3.      Yang diutus kepada mereka (Al ‘Alamin)
4.      Risalah
Yang kesemuanya mengisyaratkan sifat-sifatnya, yakni rahmat yang sifatnya sangat bersar, sebagaimana difahami dari bentuk nakirah dari kata tersebut. Ditambah lagi dengan menggambarkan ketercakupan sasaran dalam waktu dan tempat.

Rasul Saw adalah rahmat, bukan saja kedatangan beliau membawa ajaran, tetapi sosok dan kepribadian beliau adalah rahmat yang dianugerahkan Allah Swt kepada baliau. Kata ‘Alamin berarti kumpulan jenis makhluk Allah yang hidup, baik hidup sempurna mahupun terbatas. Jadi, ada alam manusia, alam malaikat, alam jin, alam hewan dan tumbuh-tumbuhan. Semua itu memperoleh rahmat dengan kehadiran nabi Muhammad Saw membawa ajaran islam.


Dengan rahmat itu, terpenuhilah hajat bathin manusia untuk meraih ketengangan, ketentraman, serta pengakuan atas wujud, hak, bakat dan fitrahnya, sebagaimana terpenuhi pula hajar keluarga kecil dan besar, menyangkut perlindungan, bimbingan dan pengawasan, serta penghormatan.

Jangankan manusia, binatang dan tumbuh-tumbuhanpun memperoleh rahmatNya. Sebelum Eropa mengenal organisasi pecinta binatang, Rasul Saw telah mengajarkan perlunya mengasihi binatang. Banyak sekali pesan beliau menyangkut hal ini, dimulai dari perintah tidak membebaninya melebihi kemampuannya sampai dengan perintah mengasah pisau terlebih dahulul sebelum menggunakannya untuk menyembelih (HR. Muslim). Beliau juga mengingatkan bahwa ada seorang wanita masuk ke neraka karena menggurung seekor kucing hingga akhirnya mati tanpa memberinya makan dan tidak pula melepaskannya mencari makan sendiri (HR. Bukhori dan Muslim melalui Ibnu Umar). Dalam ajaran nabi pembawa rahmat itu terlarang memetik bunga sebelum mekar, atau buah sebelum matang karena tugas manusia adalah mengantar semua makhluk menuju tujuan penciptaanNya. Bahkan benda-benda tak bernyawa sekalipun mendapat kasih sayang beliau ini antara lain terlihat ketika beliau memberi nama-nama bagi benda-benda khusus beliau. Pedang beliau diberi nama Dzulfiqar perisainya diberi nama Dzat al Fadlu pelananya di beri nama Ad Daj tikarnya diberi nama Al Kuz. Itu semua untuk mengesankan bahwa benda-benda tak bernyawa itu memiliki kepribadian yang juga membutuhkan rahmat kasih sayang dan persahabatan [3].

II.3. ARTI MUHAMMAD BAGI DUNIA
Nabi Muhammad Saw banyak sekali memberikan kontribusi-kontribusi positif terhadap peradaban dunia. Berikut macam-macam prinsip tentang berbagai lini kontribusi Muhammad:

1.      Prinsip monotheisme
Risalah islam yang dibawa Muhammad mengajarkan ajaran Monotheisme.ini termaktub dalam Surat Al-ikhlas
Perombakan besar dalam jazirah arabia menyangkut prinsip ketuhanan ini sangat berarti penting dimana pada saat itu telah terjadi deviasi penyembahan ketuhanan.ka.bah dipenuhi berhala manat uzza dan latta lalu muncullah satrio pingit yang bernama Muhammad meluruskan kembali prinsip-prinsip monotheisme yang telah ditanamkan oleh Nabi Ibrohim.
2.      Untitled1.pngPrinsip Persamaan dan Kesetaraan





“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal”.

Bahwa risalah yang di bawa Nabi Muhammad SAW mengindikasikan adanya kesetaraan, equiliber semua manusia tanpa melihat ras, suku, golongan maupun- maupun domain material, akan tetapi yang paling mulia di sisi Allah adalah tingkat ketaqwaan dari seseorang tersebut.
Ini merupakan suatu revolusi besar bagi peradaban manusia pada zaman itu dimana terjadi perdagangan manusia (traficking), perbudakan ini bisa terlihat dari nash- nash dalil naqli yang terdapat dalam Al-qur’an maupun hadits. Terlihat berbagai hukuman- hukuman dan diyat yang di lakukan seorang muslim maka tebusannya adalah memerdekakan budak. Ini merupakan langkah- langkah awal yang di lakukan oleh Nabi Muhammad SAW untuk mengentaskan perbudakan.
3.      Prinsip Pengetahuan dan teknologi
Mr. Wals, Seorang ahli sejarah bangsa Inggris, pernah mengatakan “Muhammad itu nabi dan rasul yang termasuk ahli pertanian, ahli obat- obatan, ahli undang- undang, dan seorang penuntun umat. Bacalah hadits- haditsnya tentu tuan akan membenarkan apa yang saya katakan tadi ( jasa islam kepada dunia h.11)


4.      Prinsip feminisme
Pada masa jahiliyah perempuan adalah jenis kelamin kedua atau bahkan hanya di jadikan sebagai alat pemuas seks laki- laki, bila seorang ibu melahirkan anaka perempuan ia dan keluarganya akan menguburnya hidup- hidup karena mempunyai anak perempuan d anggap aib. Nabi Muhammad datang dengan risalahnya banyak melakukan reformasi- reformasi paradigma berfikir masyarakat pada masa itu. Contohnya hadist beliau yang menyatakan “surga ada di bawah telapak kaki ibu”.

II.4. JASA- JASA ISLAM PADA DUNIA

Tidak ada Peradaban yang sebanding dengan umat islam.

1. Sosialisme, termasuk Komunisme cuma bisa bertahan sekitar 70-an tahun.
2.   1917 Revolusi Bolshevic, awal tahun 90-an ambruk.
3.  Kapitalisme. Meski tampak sehat, tapi sistem kehidupan yang mengatur kita saat ini sudah keropos.

Berbicara tentang masa lalu Islam, adalah sesuatu yang terindah. Orang Barat yang berpikir obyektif akan mengagumi Islam. Betapa hebatnya al-Quran yang bisa membimbing manusia menjadi mulia.


Patut diingat, bahwa Al-Quran memegang peranan yang lebih besar terhadap kaum muslimin daripada Bibel dalam agama Kristen. Demikianlah, setelah melintasi masa selama 13 abad Quran tetap merupakan kitab suci bagi seluruh Turki, Iran, dan hampir seperempat penduduk India. Sungguh, sebuah kitab seperti ini patut dibaca secara meluas di Barat, terutama di masa kini(E. Denisen Ross, seperti dikutip dalam buku Kekaguman Dunia Terhadap Islam)


Itu juga sebabnya W.E. Hocking berkomentar, 'Oleh karena itu, saya merasa benar dalam penegasan saya, bahwa Quran mengandung banyak prinsip yang dibutuhkan untuk pertumbuhannya sendiri. Sesunguhnya dapat dikatakan, bahwa hingga pertengahan abad ke tigabelas, Islam-lah pembawa segala apa yang tumbuh yang dapat dibanggakan oleh dunia Barat.' (The Spirit of World Politics, 1932, hlm. 461).


Yang mengakibatkan muslim tidak sehebat Al-Quran adalah orang islam jarang bersentuhan dengan al-Quran dan juga Islam, hingga kita tidak menyadari jika kita adalah umat yang mulia dan berhasil memberikan pencerahan kepada umat lain.

Kita patut bersyukur bahwa Sumbangan Islam amat disegani sekaligus dipuji di seluruh dunia.  Prof. G. Margoliouth dalam De Karacht van den Islam menuliskan, "Penyelidikan telah menunjukkan, bahwa yang diketahui oleh sarjana-sarjana Eropa tentang falsafah, astronomi, ilmu pasti, dan ilmu pengetahuan semacam itu, selama beberapa abad sebelum Renaissance, secara garis besar datang dari buku-buku Latin yang berasal dari bahasa Arab, dan Quran-lah yang, walaupun tidak secara langsung, memberikan dorongan pertama untuk studi-studi itu di antara orang-orang Arab dan kawan-kawan mereka"

Kekaguman dunia terhadap Islam, bukanlah basa-basi. Buktinya, Islam telah melahirkan begitu banyak ilmuwan yang memberi jalan kepada penduduk dunia untuk bisa menjadi yang terbaik.


Contohnya al-Khawarizmi, dia adalah penemu salah satu cabang ilmu matematika, Algoritma. Diambil dari namanya, al-Khawarizmi. Nama lengkapnya Abu Abdullah Muhammad Ibn Musa al-Khwarizmi (770-840) lahir di Khwarizm (Kheva), kota di selatan sungai Oxus (sekarang Uzbekistan) tahun 770 masehi. Pengaruhnya dalam perkembangan matematika, astronomi dan geografi tidak diragukan lagi dalam catatan sejarah.

Beberapa bukunya diterjemahkan ke dalam bahasa latin pada awal abad ke-12, oleh dua orang penerjemah terkemuka yaitu Adelard Bath dan Gerard Cremona. Risalah-risalah aritmatikanya, seperti Kitab al-Jam'a wal-Tafreeq bil Hisab al-Hindi, Algebra, Al-Maqala fi Hisab-al Jabr wa-al-Muqabilah, hanya dikenal dari translasi berbahasa latin. Buku-buku itu terus dipakai hingga abad ke-16 sebagai buku pegangan dasar oleh universitas-universitas di Eropa. Buku geografinya berjudul Kitab Surat-al-Ard yang memuat peta-peta dunia pun telah diterjemahkan kedalam bahasa Inggris.


Selain beliau, masih ada nama yang patut disebut sebagai penyumbang untuk dunia. Dia adalah Jabir Ibn Hayyan. Ide-ide eksperimen Jabir sekarang lebih dikenal sebagai dasar untuk mengklasifikasikan unsur-unsur kimia, utamanya pada bahan metal, non-metal, dan penguraian zat kimia.


Di abad pertengahan karya-karya beliau di bidang ilmu kimia--termasuk kitabnya yang masyhur Kitab al-Kimya dan Kitab al-Sab'een, sudah banyak diterjemahkan ke dalam bahasa latin. Terjemahan Kitab al-Kimya bahkan telah diterbitkan oleh orang Inggris bernama Robert Chester tahun 1444, dengan judul The Book of the Composition of Alchemy. Buku kedua (Kitab as-Sab'een), diterjemahkan juga oleh Gerard Cremona. Lalu tak ketinggalan Berthelot pun menerjemahkan beberapa buku Jabir, yang di antaranya dikenal dengan judul Book of Kingdom, Book of the Balances, dan Book of Eastern Mercury.


Globe atau bola dunia d perkenalkan oleh al-Idrisi, orang Barat menyebutnya Dreses. Al-Idris (1099-1166) dikenal oleh orang-orang Barat sebagai seorang ahli geografi, yang telah membuat bola dunia dari bahan perak seberat 400 kilogram untuk Raja Roger II dari Sicilia. Globe buatan al-Idrisi ini secara cermat memuat pula ketujuh benua dengan rute perdagangannya, danau-danau dan sungai, kota-kota besar, dataran serta pegunungan. Beliau memasukkan pula beberapa informasi tentang jarak, panjang dan ketinggian secara tepat. Bola dunianya itu, oleh Idris sengaja dilengkapi pula dengan Kitab al-Rujari (Roger's Book).


Nashiruddin ath-Thusi, beliau adalah masternya ilmu astronomi dan perbintangan. Ibnu al-Haytsam jagoannya ilmu alam dan ilmu pasti. Beliau menulis buku berjudul al-Manazir yang berisi tentang ilmu optik. Buku ini diterjemahkan ke dalam bahasa latin oleh Frederick Reysnar, dan diterbitkan di kota Pazel, Swiss pada tahun 1572 dengan judul Opticae Thesaurus.


Ibnu Rusyd, beliau adalah filosof, dokter, dan ahli fikih Andalusia. Bukunya yang terpenting dalam bidang kedokteran ialah al-Kulliyat yang berisi kajian ilmiah pertama kali mengenai tugas jaringan-jaringan dalam kelopak mata. Masih di bidang kedokteran, ada nama yang kayaknya kamu juga udah pernah denger, dialah Ibnu Sina, orang Eropa menyebutnya Avicena. Beliau adalah pakar kedokteran. Meninggalkan sekitar 267 buku. Al-Qanun fi al-Thibb adalah bukunya yang terkenal di bidang kedokteran.


Islam juga mempunyai ahli geografi ulung yang bernama Muhammad bin Ahmad al-Maqdisi. Bukunya, Ahsan at-Taqasim merupakan buku geografi yang nilai sastra Arabnya paling tinggi. Buku tersebut menguraikan tentang semenanjung Arabia, Irak, Syam, Mesir, Maroko, Khurasan, Armenia, Azerbaijan, Chozistan, Persia, dan Karman.

Kemudian ada al-Kindi, beliau adalah simbol kedigdayaan ilmuwan muslim. Jempolan dalam ilmu fisika dan filsafat. Beliau bahkan mewariskan sekitar 256 jilid buku. 15 buku di antaranya khusus mengenai meteorologi, anemologi, udara (iklim), kelautan, mata, dan cahaya. Dan dua buah buku mengenai musik.


Muhammad, Ahmad, dan Hasan, tiga keturunan Musa Ibnu Syakir, menyumbangkan ilmu teknik pengairan dan matematika. Dan mengenai dunia sejarah, filsafat, dan sosiologi, kudu mengakui sang maestro, Ibnu Khaldun.


Emmanuel Deutch berkomentar, Semua ini memberi kesempatan bagi kami (bangsa Barat) untuk mencapai kebangkitan (renaissance) dalam ilmu pengetahuan modern. Oleh karena itu, sewajarnyalah jika kami selalu mencucurkan airmata manakala kami teringat saat-saat terakhir jatuhnya Granada. Granada adalah benteng terakhir kaum muslimin di Andalusia yang jatuh ke tangan bangsa Eropa yang kafir. (Baca : Tragedi Ulang Tahun Pembantaian Terkejam Sepanjang Sejarah Dunia)

Para ilmuwan dan kajian ilmu yang mereka bidangi telah di letakkan batu pertamanya oleh nabi Muhammad SAW. Dan para ilmuwan muslim tersebut melakukan observasi dan penelitian yang mengacu kepada Al-Quran dan hadist.

II.5Barangsiapa  menyembah Muhammad, Muhammad sudah meninggal
 Barangsiapa mau menyembah Muhammad, Muhammad sudah meninggal. Tetapi barangsiapa mau menyembah Tuhan, Tuhan hidup selalu tak pernah mati."
Ada kisah dari periode masa beliau wafat yaitu:
Abu Bakr membacakan ayat Qur'an - Pendapatnya meyakinkan Muslimin
Kemudian ia membacakan firman Tuhan: "Muhammad hanyalah seorang rasul. Sebelum dia pun telah banyak rasul-rasul yang sudah lampau. Apabila dia mati atau terbunuh, apakah kamu akan berbalik ke belakang? Barangsiapa berbalik ke belakang, ia tidak akan merugikan Tuhan sedikit pun. Dan Tuhan akan memberikan balasan kepada orang-orang yang bersyukur." (Qur'an, 3:144)

Ketika itu Umar juga turut mendengarkan tatkala dilihatnya orang banyak pergi ke tempat Abu Bakr. Setelah didengarnya Abu Bakr membacakan ayat itu, Umar jatuh tersungkur ke tanah. Kedua kakinya sudah tak dapat menahan lagi, setelah ia yakin bahwa Rasulullah memang sudah wafat. Ada pun orang banyak, yang sebelum itu sudah terpengaruh oleh pendapat Umar, begitu mendengar bunyi ayat yang dibacakan Abu Bakr, baru mereka sadar; seolah mereka tidak pernah mengetahui, bahwa ayat ini pernah turun. Dengan demikian segala perasaan yang masih ragu-ragu bahwa Muhammad sudah berpulang ke rahmat Allah, dapat dihilangkan.

Sudah melampaui bataskah Umar ketika ia berkeyakinan bahwa Muhammad tidak mati, ketika mengajak orang lain supaya juga yakin seperti dia? Tidak! Para sarjana sekarang mengatakan kepada kita, bahwa matahari akan terus memercik sepanjang abad sebelum tiba waktunya ia habis hilang sama sekali. Akan percayakah orang pada pendapat ini tanpa ia ragukan lagi kemungkinannya? Matahari yang memancarkan sinar dan kehangatan sehingga karenanya alam ini hidup, bagaimana akan habis, bagaimana akan padam sesudah itu kemudian alam ini masih akan tetap ada? Muhammad pun tidak kurang pula dari matahari itu sinarnya, kehangatannya, kekuatannya. Seperti matahari yang telah melimpahkan jasa, Muhammad pun telah pula melimpahkan jasa. Seperti halnya dengan matahari yang telah berhubungan dengan alam, jiwa Muhammad pun telah pula berhubungan dengan semesta alam ini, dan selalu sebutan Muhammad s.a.w. mengharumkan alam ini keseluruhannya. Jadi tidak heran apabila Umar yakin bahwa Muhammad tidak akan mati dan beliau selalu akan hidup dalam jiwa-jiwa orang yang mukmin.

BAB III PENUTUP



Demikian sekelumit tentang makalah arti Muhammad bagi dunia ,Muhammad hadir sebagai pencerah peradaban dan peletak dasar-dasar perundang undangan kemanusiaaan.trus ke secercah


[1] M. Quraish Shihab, Secercah Cahaya Illahi (Mizan : PT. Mizan Pustaka, 2007), h. 25
[2] Syaikh Shafiyyur-Rahman Al-Mubarakfury, Sirah Nabawiyah (Pustaka Al Kautsar, 1997), h. 75
[3] M. Quraish Shihab, Tafsir Mishbah vol. 8 (Lentera Hati, 2009), h. 135

Tidak ada komentar:

Posting Komentar